Sinopsis oleh Ogi Sandria

 

Sinopsis oleh Ogi Sandria

            Mawar merasa hidupnya seperti neraka. Ketika ia harus terusir dari keluarga dan mayarakat karena hamil di luar nikah. Orang yang menghamilinya menghilang, meskipun ia telah berusaha meminta pertanggungjawaban. Kenyataan hidup membuatnya sempat terpikirkan untuk merenggang nyawanya sendiri, namun hal itu dapat dicegah.

            Kehidupan Mawar berubah lebih baik sejak kedatangan Arbi, lelaki yang mencintainya sejak lama walau tak pernah dianggapnya. Lelaki itu tulus mencintai Mawar dan penuh kesabaran merawatnya. Awalnya Mawar belum mampu mencintai Arbi. Akan tetapi, lambat laun cinta itu tumbuh atas kebaikan-kebaikan yang Arbi berikan kepada Mawar.

            Perjuangan cinta mereka tidaklah mudah, banyak komentar tidak sedap yang memojokkan mereka berdua. Mereka sempat diusir oleh masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kos Mawar. Mereka dianggap pasangan haram dan suka bermaksiat. Hal itu membuatnya harus pindah ke tempat lain. Arbi meminta Mawar agar tinggal di rumah neneknya. Di sana ia akan lebih aman. Mawar juga mulai memperdalam ilmu agama dan menyesali kebodohannya di masa lalu.

            Sebenarnya, orangtua Arbi tidak merestui hubungannya dengan Mawar. Ayahnya telah memilihkan seorang gadis untuk menjadi pendamping hidupnya. Arbi bersikukuh menolak, ia telah menambatkan hatinya untuk Mawar. Ia tak mungkin meninggalkan Mawar dalam keadaan seperti itu.

            Suatu ketika, Arbi bertemu dengan orang yang menghamili Mawar. Sempat terjadi percecokan di antara mereka berdua. Orang itu bernama Viki, yang merupakan mantan kekasih Mawar. Ia berencana menikah dengan gadis lain, namun rencana pernikahan itu harus hancur karena gadis itu tahu masa lalau Viki dengan Mawar. Ia marah atas kegagalan pernikahan itu dan berniat membunuh Mawat. Namun, pembunuhan itu berhasil digagalkan oleh warga di tempat kejadian. Atas perbuatannya, Viki harus mendekam di penjara.

            Mendekati usia kehamilan sembilan bulan, kondisi fisik Mawar tidak terlalu baik. Ia seringkali kelelahan meski aktifitasnya hanya sedikit. Arbi pernah menawarinya untuk operasi ketika melahirkan, namun ia tidak mau. Ia merasa bahwa biaya operasi cukup mahal. Ia tidak ingin membebani Arbi, sudah cukup pengorbanan lelaki itu untuknya.

           Mawar melahirkan anak yang dikandungnya dengan bantuan salah satu dukun beranak di desa. Ia sekuat tenaga berjuang untuk menyelematkan anak itu, meskipun ia tahu bahwa fisiknya sudah sangat melemah. Prosesi persalinan berjalan lancar, anaknya sehat wal afiat. Namun, keadaannya sudah sangat kritis. Kemungkinan ia tidak dapat diselamatkan lagi. Di sisa akhir hayatnya, Arbi pun menikahi Mawar dengan dipandu oleh seorang ustad sebagai penghulu. Selepas mengucap ijab kabul, Mawar pun menutup mata untuk selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *