Teori Throndike (Trial dan Error) dan Implikasinya dalam Penemuan True Skill

Teori Throndike (Trial dan Error) dan Implikasinya dalam Penemuan True Skill

Oleh: Fira Aprilia

Pada dasarnya manusia terlahir dengan keberagaman skill yang sama, namun memiliki jenis yang berbeda. Tuhan menganugerahi setiap manusia dengan kemampuan yang berbeda-beda. Skill merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam bidang pekerjaan. Dalam menghadapi persaingan global tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan saja tetapi juga perlu dengan diimbangi skill. Skill merupakan suatu kecepatan, kemampuan, dan keahlian seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan sesuai dengan keterampilan yang dikuasainya.  Menurut Dunnett’s dalam Arisandy (2016) skill adalah kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu rangkaian tugas yang berkembang dari hasil pelatihan dan pengalaman. Pernyataan “PENGALAMAN MERUPAKAN GURU TERBAIK BAGI MANUSIA” nampaknya bukanlah suatu hal yang asing untuk didengar. Pengalaman dibagi atas menjadi dua, yakni: pengalaman manis dan pengalaman pahit. Pengalaman manis yaitu ketika seseorang memperoleh medali dalam suatu olimpiade. Sedangkan pengalaman pahit seperti melakukan kesalahan. 

Kesalahan dalam melakukan sesuatu terkadang membuat seseorang merasa ketakutan sebelum mencoba. Menurut Zimbardo (2002) dalam Diliantoro (2010) menyatakan ketakutan adalah reaksi manusia saat mengidentifikasikan bahaya eksternal secara objektif yang dapat membuat seseorang merasa diserang pertahanan dirinya. Diliantoro (2010) juga mempertegas bahwa ketakutan merupakan emosi dasar manusia yang akan selalu ada pada setiap individu. Oleh karena itu, perlu adanya penanaman mindset bahwa kesalahan merupakan hal yang umum terjadi dan merupakan jalan menuju keberhasilan. Salah satunya adalah keberhasilan untuk menemukan skill sejati atau true skill. 

Pada saat ini, banyak orang yang tidak percaya diri dengan kemampuan dalam dirinya. Hal ini ditandai dengan banyaknya orang yang masih bingung dalam menentukan true skill-nya. Orang pada umumnya merasa percaya diri dengan keterampilan. Mereka merasa mampu mengerjakan suatu hal, padahal belum tentu mereka benar-benar menguasainya. Kesediaan mereka dalam melakukan suatu hal, bisa jadi hanyalah karena hobi. Hobi tidak sama dengan skill. Ketrampilan (skill) dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya berdasarkan teori trial and error yang dipopulerkan oleh Edward Lee Thorndike. 

C:\Users\TOSHIBA\Pictures\thorndike.gif

Edward Lee Thorndike

Sumber: (Binus University, 2017)

Edward Lee Thorndike adalah seseorang yang cukup popular dibidang keahliannya. Dilansir dari Britannica.com (2021) Thorndike merupakan seorang fungsionalis lulusan Wesleyan University di Connecticut pada tahun 1895 dan merupakan master dari Harvard University pada tahun 1897. Thorndike menerbitkan suatu buku yang berjudul “Animal Intelligence, An Experimental Study of Associationproses in Animal“. Dalam buku ini, Thorndike menganalisis beberapa tingkah laku hewan, seperti anjing, kucing, dan burung. Pada hasil penelitiannya didapat bahwa pada dasarnya belajar merupakan asosiasi, dimana stimulus akan memberikan respon. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dimakan teori Thorndike atau juga bisa disebut teori S-R. Dalam teori ini, pertama kali organisme (termasuk manusia) belajar dengan mencoba dan membuat kesalahan (trial and error). Berdasarkan pengalaman itulah, maka kedepannya organisme sudah tau pilihan mana yang dapat menyelesaikan masalahnya. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh manusia. Dalam proses penemuan keterampilan sejati, seseorang harus berani mengambil resiko. Salah satunya adalah berani mencoba dan melakukan kesalahan dalam prosesnya. Melakukan kesalahan bukanlah sesuatu yang buruk.

C:\Users\TOSHIBA\Downloads\Cyan Online Ordering Process Flow Chart (1).png

Proses try and error

Sumber: Dokumen Pribadi

Pada gambar diatas dipaparkan bagaimana proses try and error berlangsung pada seseorang. Pertama, seseorang akan mencoba untuk melakukan berbagai hal yang mereka sukai, bisa hobi atau kegiatan yang menyenangkan. Setelah mencoba berbagai hal, maka seseorang akan menemukan kesalahan dalam prosesnya. Kesalahan inilah yang kemudian akan dianalisis oleh dirinya sendiri. Bagaimana dan apakah skill tersebut cocok untuk saya akan secara otomatis terpikirkan oleh setiap individu. Setelah melakukan analisis, seseorang akan berada pada tahap pemutusan. Pada tahap inilah seseorang sudah mengetahui skill apa yang dimilikinya. Misalnya, A merasa tidak memiliki keahlian apapun, namun dia suka memasak, berkebun, menari. Oleh karena itu, A mencoba semua kegiatan tersebut. Dalam prosesnya ternyata A menemukan kesalahan, misalnya saat mencoba memasak dia lupa menambahkan garam sehingga rasanya hambar. Kesalahan inilah yang kemudian akan dianalisis oleh A, bagaimana yang harus dia lakukan kedepannya. Jika kesalahan yang dilakukan selalu berulang, maka itu bukanlah true skill

Sejatinya manusia memiliki skill dalam dirinya. Namun masih banyak orang tidak sadar akan true skill dalam dirinya. Oleh karena itu perlu bagi seseorang untuk menemukan skill sejati atau true skill. Salah satunya dapat menggunakan teori dari Thorndike. Thorndike menyatakan pada dasarnya belajar merupakan asosiasi, dimana stimulus akan memberikan respon. Dalam teori ini, pertama kali organisme (termasuk manusia) belajar dengan mencoba dan membuat kesalahan (trial and error). Dalam proses penemuan keterampilan sejati, seseorang harus berani mengambil resiko. Proses try and error yang dilakukan seseorang adalah mencoba, lalu melakukan kesalahan, kemudian menganalisis, dan terakhir memutuskan. 

Daftar Pustaka

Anon (2021). Edward L. Thorndike | American psychologist. [Online]. 2021. Encyclopedia Britannica. Available from: https://www.britannica.com/biography/Edward-L-Thorndike. [Accessed: 27 October 2021].

Arisandy, M.R. (2016). Pengaruh Keterampilan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Pengembangan Karir Pegawai Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala. Katalogis. [Online]. 3 (8). Available from: http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Katalogis/article/view/6406. [Accessed: 27 October 2021].

Binus University (2017). Teori Thorndike. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. [Online]. Available from: https://student-activity.binus.ac.id/himpgsd/2017/06/teori-thorndike/. [Accessed: 27 October 2021].

Dian Okta Viani, E. 150629, Subhan, S. & Anita, E. (2019). Pengaruh Pengalaman Kerja Dan Keterampilan Terhadap Lama Mencari Kerja Bagi Tenaga Kerja Terdidik Di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Skripsi. [Online]. Uin Sulthan Thaha Saifuddinjambi. Available from: http://repository.uinjambi.ac.id/1604/. [Accessed: 28 October 2021].

Diliantoro, S.L.M. (2010). Gambaran ketakutan pada kaum muda di Yogyakarta. skripsi. [Online]. Sanata Dharma University. Available from: http://repository.usd.ac.id/28820/. [Accessed: 28 October 2021].

Related posts

Leave a Comment