TOKKATSU SUATU KURIKULUM PENDIDIKAN DALAM MEMAKSIMALKAN HAKIKAT PEMBELAJARAN

TOKKATSU SUATU KURIKULUM PENDIDIKAN DALAM MEMAKSIMALKAN HAKIKAT PEMBELAJARAN
Oleh: Rista Anggraini

Pendidikan merupakan upaya dalam membentuk karakter, sikap, dan pengetahuan. (Lazwardi, 2017) mengungkapkan bahwa pendidikan  merupakan sebuah proses yang terjadi secara terus menerus yang mengantarkan manusia menuju arah kedewasaan, mulai dari kemampuan untuk memperoleh pengetahuan, pengembangan kemampuan atau  keterampilan, mengubah sikap, serta kemampuan mengarahkan diri sendiri, baik di bidang pengetahuan, keterampilan serta dalam memakai proses pendewasaan itu sendiri dan kemampuan menilai. Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas mengungkapkan bahwa, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya siswa aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat bangsa, dan negara (UU Sidiknas Nomor 20 Tahun 2003). Pendidikan yang baik merupakan pendidikan yang tidak hanya mampu meningkatkan pengetahuan saja, akan tetapi juga dapat mengimplementasikan berdasarkan teori yang telah dipelajari.

Upaya dalam memaksimalkan pendidikan juga perlu dikembangkan melalui kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan dinamika pendidikan. Tujuan dari adanya kurikulum adalah untuk merekontruksi sosial, sehingga pembelajaran di sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (Musfikon and Nurdyansyah, 2015). Kurikulum memiliki peran penting dalam terselenggaranya pendidikan, hal ini dikarenakan kurikulum berkaitan dengan penentuan arah, isi, dan proses penyelenggaraan pendidikan yang berujung pada standar kualifikasi lulusan lembaga pendidikan (Kusumaningrum et al., 2017). Kurikulum merupakan rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran dengan arahan sekolah, akademi, universitas, dan anggota stafnya.

Kurikulum harus menyesuaikan dengan hakikat pendidikan guna menyiapkan peserta didik dalam memenuhi kebutuhan pasar global. Pengembangan kurikulum diperlukan untuk menegaskan pencapaian tujuan pendidikan. Upaya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yaitu memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik untuk mengembangakn potensi mereka, terutama supaya menjadi manusia dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi demokratis serta bertanggung jawab (Pasaribu, 2017).

Upaya dalam memaksimalakn pendidikan kurikulum harus di desain dengan sabaik mungkin, salah satunya yaitu bisa dilakukan atau dirasan oleh peserta didik itu sendiri. Peserta didik tidak hanya belajar teori tapi juga mengetahui atau merasakan kebenaran teori itu sendiri. Salah satunya melalui penerapan kurikulum Tokkatsu (Tokubetsu katsudo). Tokkatsu (Tokubetsu katsudo) merupakan sebuah kurikulum yang ditujukan kepada anak sekolah dasar dan menengah, yang difokuskan pada pembentukan karakter individu dan perkembangan sosial setiap anak (Tsuneyoshi, 2012). Tujuan dari kurikulum Tokkatsu (Tokubetsu katsudo) adalah untuk menumbuhkan sikap dalam diri masing-masing anak untuk melakukan upaya terbaik dalam mewujudkan kehidupan kelompok atau sekolah yang lebih baik. Berikut merupakan cara implementasi Tokkatsu (Tokubetsu katsudo) pada sekolah dasar.

(1)Tujuan Kegiatan Kelas

Kegiatan kelas membantu membangun hubungan pribadi yang diinginkan. Setiap anggota kelompok berpartisipasi dalam mewujudkan kehidupan sekolah yang lebih baik. Kegiatan ini menumbuhkan gaya hidup yang sehat dan sikap yang aktif serta positif terhadap pemecahan masalah.Isi Kegiatan Kelas: Secara keseluruhan (semua nilai)Kehidupan kelas/sekolah

(2) Isi Kegiatan Kelas: Secara keseluruhan (semua nilai)

A. Kehidupan kelas/sekolah
1. Memecahkan masalah di kelas atau sekolah
2. Mengatur pekerjaan kelas; bergiliran
3. Meningkatkan semua jenis kegiatan kelompok kelas

B. Menyesuaikan dengan rutinitas sekolah dan belajar; keamanan dan
kesehatan
1. Membentuk sikap terhadap kehidupan dengan aspirasi yang tinggi dan
tujuan yang pasti
2. Membentuk kebiasaan harian dasar yang baik
3. Membentuk hubungan pribadi yang diinginkan
4. Memahami makna bergiliran tentang bersih-bersih dan tugas kelas lainnya
5. Memanfaatkan perpustakaan sekolah
6. Membina kebiasaan sehari-hari yang sehat dan aman, baik mental maupun
fisik
7. Makan siang sekolah yang bergizi; membentuk kebiasaan makan yang
baik

(3) Isi Kegiatan Kelas: berdasarkan tingkatan kelas

Kelas bawah (1 dan 2)
Dengan kelas sebagai unit dasarnya, buat kegiatan yang menyenangkan dengan mendorong siswa untuk saling membantu satu sama lain. Pada saat yang sama, buat kegiatan yang berkontribusi untuk membentuk sikap positif terhadap kehidupan sekolah dan belajar.

Kelas menengah (3 dan 4)
Dengan kelas sebagai unit dasarnya, buat kehidupan kelas yang menyenangkan dengan mendorong kerja sama. Pada saat yang sama, buat kegiatan yang berkontribusi untuk membentuk sikap termotivasi terhadap kehidupan sekolah dan belajar.

Kelas atas (5 dan 6)
Dengan kelas sebagai unit dasarnya, ciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan kehidupan sekolah yang utuh berdasarkan rasa saling percaya. Pada saat yang sama, buat kegiatan yang meningkatkan sikap tegas terhadap kehidupan sekolah dan belajar.

(4) Sesuaikan petunjuk dengan tahap perkembangan

Kelas bawah

Diskusi:
Pada awalnya, guru bertanggung jawab tetapi kemudian, sedikit demi sedikit, menyerahkan tanggung jawab kepada anak-anak. Anak-anak mampu membuat keputusan kelompok dengan mendengarkan gagasan satu sama lain dan mengekspresikannya sendiri

Tanggung jawab kelas (kakari):
Mulai bergiliran dalam tugas yang ditetapkan (toban). Mendorong siswa secara bertahap untuk mencari cara agar kegiatan kakari lebih inovatif. Membuat kehidupan kelas lebih menyenangkan dengan membantu satu sama lain dalam unit yang lebih kecil.

Kegiatan himpunan (shukai) :
Pada awalnya, guru memimpin kegiatan himpunan agar lebih menyenangkan. Anak-anak memilih isi kegiatan dan membagi tugas serta persiapan yang lebih sederhana agar semua orang dapat bersenang-senang dengan teman sekelasnya.

Kelas Menengah

Mereka menggilir peran yang berbeda. Melihat bahwa semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk menjadi koordinator. Setelah mendengarkan dengan cermat berbagai cara berpikir temannya, mereka mengutarakan idenya sendiri, memperjelas alasannya.  Hal tersebut bertujuan untuk membantu mereka belajar membuat keputusan kelompok dengan memberi dan menerima.

Tanggung jawab kelas (kakari):
Mendorong siswa untuk membagi dan menggabungkan berbagai tanggung jawab ke dalam jenis tanggung jawab kelas (kakari) yang memerlukan inisiatif murid. Dengan ide mereka sendiri, mereka berkooperasi untuk membuat kehidupan kelas yang jauh lebih nyaman.

Kegiatan himpunan (shukai):
Melihat siswa merencanakan berbagai kegiatan yang bermakna, memanfaatkan pengalaman mereka dan kecerdikan mereka sendiri (soikufu). Pastikan bahwa sebanyak mungkin siswa dilibatkan dalam perencanaan, manajemen, dan persiapan sehingga mereka dapat bekerja sama satu sama lain dan membuat kegiatan himpunan jadi menyenangkan.

Kelas Atas

Siswa sendiri yang merencanakan, dengan arahan dari guru. Mendorong mereka untuk bergiliran dengan asumsi berbagai peran seperti koordinasi. Mendorong inisiatif anak (kufu) dalam mengumpulkan gagasan dan mengoordinasikan diskusi. Siswa memperluas minat mereka untuk memasukkan kegiatan sekolah, belajar bertukar pendapat yang membangun. Membantu mereka untuk membuat kehidupan kelas/sekolah yang lebih menyenangkan dengan memanfaatkan keputusan kelompok yang mencerminkan berbagai opini.

Tanggung jawab kelas:
Memungkinkan siswa untuk memikul dan terus memikul tanggung jawab agar mereka dapat memaksimalkan kekuatan mereka. Memberi penekanan pada berbagai kegiatan yang mendorong jati diri siswa, kecerdikan yang sesuai untuk kelas atas. Lihatlah bagaimana siswa membuat kehidupan kelas/sekolah yang lebih bermakna dan lebih menyenangkan dengan rasa saling percaya.

Kegiatan himpunan:
Jadikan kehidupan kelas lebih bermakna dengan pengalaman yang diperoleh dari OSIS dan klub. Buat kegiatan himpunan jadi lebih inovatif dengan adanya rasa saling percaya—membicarakan berbagai hal, memancing keluar poin bagus, mencerminkan (hansei) di kegiatan tersebut.

Berikut merupakan cara implementasi Tokkatsu (Tokubetsu katsudo) pada sekolah menengah (chugakko).

(1)Tujuan Kegiatan Kelas

Dengan kegiatan kelas, membuat hubungan pribadi yang diinginkan; berperan dalam cara perencanaan untuk meningkatkan kehidupan kelas dan sekolah; mengembangkan sikap yang aktif dan positif terhadap pemecahan masalah dan gaya hidup yang sehat.

(2) Isi Kegiatan Kelas

Dengan kelas sebagai unit dasarnya, rencanakan kegiatan yang berkontribusi untuk membuat kehidupan kelas/sekolah yang lebih optimal dan yang dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi siswa.

A. Kehidupan kelas/sekolah

  1. Memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan kelas/sekolah
  2. Mengatur kelompok kerja kelas, memutuskan peran
  3. Meningkatkan berbagai kegiatan kelompok sekolah

B. Adaptasi, pendewasaan, kesehatan dan keselamatan

  1. Menghadapi kekhawatiran remaja
  2. Memahami dan menghormati perbedaan kepribadian
  3. Memiliki rasa pentingnya menjadi anggota masyarakat
  4. Membangun rasa saling pengertian dan kerja sama antara anak laki-laki dan perempuan
  5. Mengembangkan hubungan pribadi yang baik
  6. Memahami pentingnya kegiatan sukarela dan berpartisipasi
  7. Mengembangkan kebiasaan sehari-hari yang sehat dan aman untuk tubuh dan pikiran -h- Beradaptasi dengan perubahan karena kematangan seksual -I- Mengembangkan kebiasaan makan yang baik

C. Studi/pendidikan atas

  1. Memahami nilai studi dan pekerjaan
  2. Mengembangkan kebiasaan belajar yang positif; memanfaatkan perpustakaan sekolah
  3.  Berpikir secara cermat tentang pendidikan lanjutan yang tepat; memanfaatkan informasi
  4.  Mengembangkan pandangan yang diinginkan tentang pekerjaan dan karier
  5. Berpikir tentang pilihan sekolah menengah atas; merencanakan masa depan

Hadirnya kurikulum Tokkatsu (Tokubetsu katsudo) diharapkan menjadi salah satu kurikulum yang mampu menciptakan sesuai tujuan diciptakannya kurikulum ini, yaitu untuk menumbuhkan sikap dalam diri masing-masing anak untuk melakukan upaya terbaik dalam mewujudkan kehidupan kelompok atau sekolah yang lebih baik, serta mampu mengembangkan rasa tanggung jawab sosial.

Daftar Pustaka

Kusumaningrum, D.E., Arifin, I., Gunawan, I., 2017. Pendampingan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013. J. Imiah Pengabdi. Kpd. Masy. 6.

Lazwardi, D., 2017. Manajemen Kurikulum sebagai Pengembangan Tujuan Pendidikan. Al-Idarah J. Kependidikan Islam 14.

Musfikon, H.M., Nurdyansyah, 2015. Pendekatan Pembelajaran Saintifik. Nizamia Learning Center, Sidoarjo.

Pasaribu, A., 2017. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional di Madrasah. J. EduTech 3, 23.

Tsuneyoshi, R., 2012. Dunia TOKKATSU Pendekatan Jepang terhadap Pendidikan Anak Secara Utuh. Universitas Tokyo, Tokyo.

new nike football boots 2012 2017 – 002 – Nike Air Max 270 ESS Ανδρικά Παπούτσια Γκρι / Λευκό DM2462 | Grailify – womens nike wool free 5.5 size – Nike Blazer Mid Vintage 77 White Pastel

Related posts

Leave a Comment