VIRAN: (Virtual Reality) Tari Boran sebagai Media Pembelajaran Interaktif Kearifan Lokal Kabupaten Lamongan

VIRAN: (Virtual Reality) Tari Boran sebagai Media Pembelajaran Interaktif Kearifan Lokal Kabupaten Lamongan
Oleh: Shela Dwi Utari

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hasil kebudayaan yang melimpah dan beragam. Kebudayaan di Indonesia tumbuh dan berkembang karena aktivitas sosial budaya masyarakat. Berbagai macam kebudayaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya Kabupaten Lamongan. Kabupaten Lamongan memiliki kekayaan hasil kebudayaan antara lain berbagai ritual keagamaan dan tari-tarian yang meliputi Tari Boran, Tari Caping Ngancak dan Tari Laskar Mayangkara.

Kebudayaan merupakan identitas suatu masyarakat. Oleh karena itu, keanekaragaman kebudayaan yang ada di Kabupaten Lamongan perlu dilestarikan dan dikembangkan sehingga tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya dengan pendidikan kebudayaan. Pendidikan kebudayaan dapat dilakukan di lingkungan masyarakat dan institusi pendidikan. Institusi pendidikan dapat melakukan pengembangan kurikulum muatan lokal dalam kurikulum satuan lokal (KTSP) berdasarkan kondisi dan toleransi dalam suatu wilayah (Pratama, dkk, 2018:103). Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah melakukan berbagai sosialisasi pada institusi pendidikan mengenai pengembangan kebudayaan lokal. Pendidikan kebudayaan juga dapat diperoleh dari kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan pada masyarakat.

Berdasarkan hasil angket dan wawancara yang dilakukan pada generasi muda dengan rentang usia 15-20 diwilayah Lamongan maka dirumuskan beberapa masalah utamanya terkait pelestarian tari tradisional sebagai berikut kurangnya minat generasi muda untuk belajar dan minimnya pengetahuan tentang tari tradisional. Persentase responden yang pernah mempelajari tari tradisional Lamongan hanya sekitar 30% dan pada umumnya melalui kegiatan ekstrakurikuler bukan dari pembelajaran seni di sekolahnya. Selain itu, 20% responden mengetahui nama-nama tari tradisional Lamongan dan lainnya hanya mengetahui tari di wilayah lain. Hal ini menjadi bukti bahwa generasi muda di wilayah Lamongan belum mengenal lebih dekat mengenai tari tradisional di wilayahnya dan dengan adanya ketidaktahuan ini maka tidak aka nada rasa ingin memiliki hingga menuju tahap pelestarian.

Selain itu permasalahan pelestarian tradisional juga terjadi di masa pandemic ini. Contoh nyata adalah di wilayah Jembrana Bali, terdapat Sanggar Seni Tari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pradnya Swari dimana mengalami kesulitan melakukan pengajaran tari tradisional kepada siswanya. Akhirnya hal tersebut disiasati dengan penyebaran materi lewat grup whatsapp, nantinya siswa akan belajar melalui video dan harus mengirimkan rekaman berisi tarian yang sudah dipelajari. Kemudian pada waktu tertetu terdapat event yang dilaksanakan secara online dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah.

Pengenalan Tari Boran kepada masyarakat luastelah dilakukan di Kabupaten Lamongan dengan berbagai cara. TariBorantelah dipentaskan dalam acara hari jadi Kabupaten Lamongan secara massal oleh 440 penari di alun-alun atau pendopo Kabupaten Lamongan (Alamsyah & Sumarno, 2014: 473). Pengenalan TariBoranjuga dilakukan kepada siswa siswi yang menempuh pendidikan di Kabupaten Lamongan sejak tahun 2008 hingga kini.

Pelestarian tari tradisional Lamongan dapat dimulai dari pembelajaran muatan lokal melalui matapelajaran seni budaya. Menurut Samani dan Hariyanto (dalam Retnoningsih, 2017:21) bahwa karakter dalam seni tari yang dipelajari pada matapelajaran seni budaya dianggap sebagai bentuk perilaku manusia di dunia yang berhubungan dengan tuhan, antar manusia, diri sendiri, lingkungan sekitar, dan nasionalisme. Perwujudan perilaku tersebut didasarkan pada norma yanag hidup dan berlaku di masyarakat. Seni tari tradisional merupakan bentuk hasil kebudayaan yang erat kaitannya dengan nilai-nilai kesejarahan yang disisipi dengan spiritual, moral, dan sosial (Retnoningsih, 2017:23). Hal ini menjadi bukti bahwa tari tradisional dapat menumbuhkan nilai-nilai luhur masyarakat didalam naluri siswa serta menjadi upaya pelestarian yang nyata. Adanya pembelajaran seni tari tradisional juga dapat melatih aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik tiap-tiap siswa.

Melalui pendidikan dan kurikulum yang tersedia di sekolah menjadi upaya utama dalam pelestarian tari boran. Namun hal ini juga mendapatkan hambatan seperti tidak adanya guru yang ahli/professional dalam pembelajaran tari tradisional dan mahalnya tarif untuk mendapatkan guru tari yang sesuai dengan bidangnya. Misalnya dalam sekali les dengan hitungan per jam berkisar antara 50.000-250.000. Selain itu butuh waktu yang cukup lama dalam mempelajari tari tradisional dan butuh ruangan untuk pembelajaran.

Upaya pelestarian seni tari tradisional Lamongan melalui pendidikan dengan pemanfaatan teknologi dapat diwjudukan dengan sebuah aplikasi. Inovasi ini berupa virtual reality dengan mengolaborasikan antara guru tari yang diwujudkan secara nyata tanpa harus bertemu langsung. Hal ini dapat menghemat anggaran dan waktu sekolah dalam menghadirkan guru tari yang professional di bidangnya. Perancangan virtual reality Tari Boran merupakan upaya pengembangan media pembelajaran interaktif kearifan lokal Kabupaten Lamongan untuk sehingga dapat memudahkan pendidikan kebudayaan di Kabupaten Lamongan. Media pembelajaran virtual reality Tari Boran juga merupakan bentuk digitalisasi kebudayaan yang dapat diakses dan digunakan oleh seluruh jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Lamongan. Penggunaan virtual reality Tari Boran diharapkan dapat mengenalkan serta menumbuhkan kepedulian dan rasa cinta pada kebudayaan lokal khususnya Tari Boran.

VIRAN dibangun dengan metode agile yang memungkinkan pengembangan lunak dilakukan dengan cepat dan adaptif. Metode agile merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang berbasis iterative melalui kolaborasi antar tim yang terorganisir dengan baik (Pressman dalam Mahendra, dkk, 2018). Tahapan-tahapan dalam metode ini meliputi perencanaan yaitu perumusan permasalahan untuk mengetahui konsep, tujuan dan manfaat penelitian studi pustaka, observasi dan wawancara. Lalu dilakukan implementasi yaitu dengan mereview kembali rumusan masalah dan analisa kebutuhan yang telah terkumpul lalu melakukan pembangunan aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu dilakukan tes perangkat lunak yang meliputi tes fungsionalitas dan model perangkat. Langkah selanjutnya adalah dokumentasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan produk. Langkah terakhir adalah deployment yaitu pengujian kualitas sistem aplikasi yang telah dibuat sebelumnya. Pemeliharaan dilakukan secara berkala sehingga dapat menghasilkan produk yang mudah digunakan.

User utama dalam dalam aplikasi ini adalah pihak sekolah, guru seni budaya, guru tari, dan siswa. guru tari dan seni budaya akan menjadi model tari boran dalam aplikasi ini dan siswa dapat mempelajarinya melalui perangkat yang tersedia di sekolah. Setelah siswa belajar tari boran, maka diupload melalui aplikasi untuk proses penilaian. Berikut merupakan fitur-fitur pada aplikasi Viran, halaman utama berisi mengenai pengenalan awal aplikasi, cara penggunaan, serta progress dari siswa. Progress menunjukan kemajuan siswa dalam mempelajari tari boran, guru maupun siswa dapat memantaunya melalui halaman ini. Kemudian Viran yaitu fitur utama pada aplikasi ini yang berisi mengenai virtual reality tari boran yang dapat diakses secara online maupun offline. Pada fitur Viran terdapat pula materi singkat untuk mempermudah siswa dalam memahami tiap-tiap gerakan tari boran. Terdapat pula fitur tugas dimana siswa akan mengumpulkan video hasil latihannya kepada guru melalui halaman ini. Video yang dikumpulkan dapat disertai dengan penjelasan dari siswa. terakhir adalah fitur bantuan untuk mempermudah guru maupun siswa dalam mengoperasikan aplikasi Viran.

Berdasarkan Pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Lamongan merupakan wilayah yang memiliki kekayaan hasil kebudayaan yang melimpah. Akan tetapi, terdapat berbagai kendala dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Lokal di Kabupaten Lamongan.  Minimnya wawasan mengenai kebudayaan lokal dapat menghambat upaya regenerasi kebudayaan itu sendiri. Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk memperkenalkan kebudayaan Lamongan pada masyarakat, akan tetapi hal itu belum berjalan dengan maksimal. Penggunaan media pembelajaran kebudayaan berbasis teknologi berupa Virtual Reality Tari Boran diharapkan dapat membantu pengenalan Tari Boran kepada generasi muda sehingga dapat merawat dan menjaga eksistensi hasil kebudayaan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, B. Y. (2014). Perkembangan Tari Boran Sebagai Kesenian Khas Kabupaten Lamongan Tahun 2006-2013 (Makna dan Nilai Moral). Avatara, 2(3), 466–476.

Indrayuda. (2015). Tari Tradisional dalam Ranah Tari Populer: Kontribusi, Relevansi, dan Keberlanjutan Budaya. Humanus, 14(2), 144–151.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Undang-Undang No 5 tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mahendra, I., dkk. 2018. Agile Development Methods dalam Pengembangan Sistem Informasi Pengajuan Kredit Berbasis Web (Studi Kasus: Bank BRI Unit Kolonel Sugiono). Jurnal Teknologi dan Open Source, 1(2), 13¯24.

Nusa Bali. (2020). Covid-19, Gelar Pelatihan Tari Online Kiprah Sanggar Seni Tari Pradnya Swari, Negara. (online), diakses 3 Agustus 2020. (https://www.nusabali.com/berita/75440/covid-19-gelar-pelatihan-tari-online/halaman/1)

Pratama, I. K., Toenlioe, A. J., & Ulfa, S. (2011). Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Tari Boran Sebagai Langkah Pelestarian Kebudayaan Lamongan Pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama. JKTP, 1(2), 103–108.

Retnoningsih, D. A. (2017). Eksistensi Konsep Seni Tari Tradisional Terhadap Pebentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Dialektika, 7(1), 20–29.

Silvia, R., Asriati, A., & Susmiarti. (2013). Pelestarian Tari Piring Di Ateh Talua Dalam Sanggar Sinar Gunuang Kanagarian Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Sendratasik, 2(1), 16–21.

Wijayanti, A., & Kurniawati, L. D. (2019). Pembelajaran Tari Tradisional Penthul Melikan. Inovatif Ilmu Pendidikan, 1(1), 43–52.

LAMPIRAN

Gambar 1 Halaman Utama Viran

Gambar 2 Fitur Viran
nike court royale mens white hair style chart , Botas Beige | nike air max 1 nd liberty buy online account visa , Carreras populares – Behobia San Sebastián 2021 – GmarShops

Related posts

Leave a Comment