4 April 2020

Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis

Universitas Negeri Malang

Puisi – Rinduku

Rinduku

Oleh: Marzuki

Rinduku datang sebagai anak-anak hujan

Ia suka bercanda di depan kekasihku

Merayu telaga sepi tumpah di pipinya 

Merengek minta dibelikan mainan waktu

Bernyanyi riang di pinggir jalan penantian

Hingga main di kubangan yang hilang

Rinduku tersaji di segelas kopi tanpa gula

Wanginya mengingatkanku padamu

Pahit ditiap sesapnya merapalkan luka

Hangat disetiap teguknya melegakan

Pun ampas yang menyimpan do’a kita

Menjadi pintu keluar kegelisahan lama

Rinduku hadir dalam kacamata malam

Dimana desir angin meninabobokan sendu

Bayang pohon meniru solek tubuhmu

Purnama menyeru mimpi kita dahulu

Gemintang berkedip di sunyi paling haru

Juga cerita kita yang hilang di kegelapan

Rinduku menjelma bebunyian animalia

Derit serangga melejitkan syair­-syair cinta

Serigala melolongkan namamu pada purnama

Di telaga kodok-kodok mewirid sembari bercerita

Perihal kisah kita yang terlanjur meluka


Rinduku kutuliskan dalam buku puisi

Di awalnya kuhadirkan kerinduan

Setiap bait terselip kisah-kisah cinta

Harapan ada disetiap sajak dan akhir kata Lalu, kubiarkan tanpa ada penutupan